Senin, 28 Maret 2016

KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT



KEBUTUHAN CAIRAN & ELEKTROLIT
    A.    DEFINISI CAIRAN & ELEKTROLIT
o   Kebutuhan cairan & elektrolit merupakan suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan.
o   Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”.
    
    B. SISTEM YANG BERPERAN DALAM KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
a.     Ginjal
Merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam mengatur kebutuhan cairan dan elektrolit.
b.     Paru
Organ berperan mengeluarkan cairan dengan menghasilkan Insensible Water Loss (IWL) 400 ml/hari.
c.      Kulit
Merupakan bagian penting pengaturan cairan yang terkait dengan proses pengaturan panas. Proses ada 2 yaitu : konduksi dan konveksi. Perangsangan kelenjar keringat yang dihasilkan dapat melalui :  Aktifitas otot, Suhu Lingkungan, Kondisi tubuh yang panas.
d.     Gastrointestinal
Merupakan organ saluran pencernaan yang berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. Dalam kondisi normal cairan yang hilang dalam system ini 100 – 200 ml / hari.

C.    CARA PERPINDAHAN CAIRAN TUBUH
q Difusi
Perpindahan yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai terjadi keseimbangan. Kecepatan difusi dipengaruhi oleh ukuran molekul, konsentrasi larutan, dan temperature
q Osmosis
Perpindahan dari larutan yang berkonsentrasi lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi. Bergerak melalui membrane semipermeabel.

q Transport aktif
            Partikel bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi karena adanya daya aktif dari tubuh seperti pompa jantung. Perpaduan antara difusi dan osmosis.

D.   JUMLAH CAIRAN TUBUH SECARA SKEMATIS
»  Membrane sel memiliki 2 sifat :
1.        Permeable        : dapat dilewati molekul tertentu: glukosa, asam    amino, dll
2.        Semipermeable : dapat dilewati air dan gas terlarut selektif.

E.     PENGATURAN VOLUME CAIRAN
» Input Dan Output
a.  Input (1800-2500ml/hari)
-   Makanan (1000 ml)
-   Minuman (1200 ml)
b.  Output
-   Urin (1200 – 1500ml/hari)
-   Keringat (600 – 800ml/hari)
-   Pernafasan (300 – 500ml/hari)
-   Feses (100 ml/hari)

F.     KEBUTUHAN DAN PENGATURAN ELEKTROLIT
a.     Natrium (135 – 145 mEq/lt)
- Kation utama pada cairan ekstrasel.
- Berfungsi mengatur osmolaritas dan volume cairan tubuh
b.     Kalium (3,5 – 5,3 mEq/lt)
- Kation utama pada cairan intrasel.
- Berfungsi menghantarkan impuls listrik ke jantung, otot, jaringan paru, dan   jaringan usus pencernaan
c.      Kalsium (4 – 5 mEq/lt)
-   Berfungsi membentuk tulang, menghantarkan impuls kontraksi otot, koagulasi, membantu beberapa enzim pankreas
d.     Magnesium (1,5 – 2,5 mEq/lt)
 - Berfungsi membantu proses pencernaan protein, memelihara kesehatan otot serta sistem jaringan penghubung
e.     Klorida (100 – 106 mEq/lt)
 - Anion utama dalam cairan ekstrasel
 - Mempertahankan keseimbangan tekanan osmotik dalam darah bersama natrium
f.       Bikarbonat (22 – 26 mEq/lt)
-   Elektrolit utama larutan buffer (penyangga)
g.     Fosfat (2,5 – 4,5 mEq/lt)
-   Membentuk gigi dan tulang bersama kalsium

G.   FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN
                         I.   Usia
                       II.   Temperatur lingkungan
                    III.   Kondisi stres
                    IV.   Keadaan sakit
                      V.   Diet

H.   GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN
ü Defisit volume cairan : dehidrasi / hipovolemi
» 3 macam kekurangan volume cairan eksternal, yaitu :
1)    Dehidrasi Isotonik      : kehilangan cairan & elektrolit secara seimbang.
2)    Dehidrasi Hipertonik : kehilangan lebih banyak air daripada elektrolit.
3)    Dehidrasi Hipitonik    : kehilangan lebih banyak elektrolit daripada air.
ü Volume cairan berlebih : overhidrasi / hipervolemi => edema anasarka
Edema anasarka adalah edema yang terdapat diseluruh tubuh.

I.       KONSEP DASAR THERAPI INTRA VENA
1.     Pengertian
Therapi Intra vena adalah salah satu cara atau bagian dari pengobatan. Untuk memasukan obat atau vitamin kedalam tubuh pasien, (Darmawan,2008).
2. Tujuan Utama Terapi Intravena
a. Mengembalikan dan mempertahankan keseimbangan cairan & elektrolit tubuh
b. Memberikan obat-obatan dan kemoterapi
c. Transfusi darah dan produk darah
d. Memberikan nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi

J.      UKURAN JARUM THERAPI INTRA VENA
# Nama jarum infus : IV Cateter – surflo, Abbocath, Venflon.
“ Semakin kecil ukurannya, semakin besar jarumnya.”
Menurut Potter (1999) ukuran jarum infuse yang biasa digunakan adalah :
1) Ukuran 16
    Guna: Dewasa, Bedah Mayor, Trauma, Apabila sejumlah besar cairan perlu diinfuskan
    Pertimbangan Perawat: Sakit pada insersi, Butuh vena besar
2) Ukuran 18
    Guna: Anak dan dewasa, Untuk darah, komponen darah, dan infus kental lainnya
    Pertimbangan Perawat: Sakit pada insersi, Butuh vena besar
3) Ukuran 20
    Guna: Anak dan dewasa, Sesuai untuk kebanyakan cairan infus, darah, komponen darah, dan infus kental lainnya
    Pertimbangan Perawat: umum dipakai
4) Ukuran 22
    Guna: Bayi, anak, dan dewasa (terutama usia lanjut), Cocok untuk sebagian besar cairan infus
    Pertimbangan Perawat: Lebih mudah untuk insersi ke vena yang kecil, tipis dan rapuh, Kecepatan tetesan harus dipertahankan lambat, Sulit insersi melalui kulit yang keras
5) Ukuran 24, 26
    Guna: Nenonatus, bayi, anak dewasa (terutama usia lanjut), Sesuai untuk sebagian besar cairan infus, tetapi kecepatan tetesan lebih lambat
    Pertimbangan Perawat: Untuk vena yang sangat kecil, Sulit insersi melalui kulit keras